Bagaimana Menimbang Risiko dalam Memulai Bisnis?

Pengusaha kawakan Bob Sadino pernah memberikan kiat sederhana bagi seorang pemula yang ingin memulai bisnis. Ternyata kuncinya sangat simple, namun pelaksanaanya tak mudah.

Menurut Bob banyak orang akhirnya tak memulai-mulai usaha walaupun sudah memiliki modal uang. Menurutnya setidaknya ada tiga hal penghalang utama seseorang memulai usaha, yaitu terlalu banyak rencana, menunggu moment yang pas, dan takut menghadapi risiko bisnis.

10959477_775530809183190_1989591921871302292_n

Terkait dengan risiko, menurutnya bisnis hanya bisa dijalankan bila ada keberanian menerima risiko. Intinya yang paling penting, hilangkan rasa takut, jangan takut. Seseorang tidak mungkin memulai bisnis bila dia tidak memiliki kemauan yang kuat, tekad, berani mengambil peluang, tahan banting, dan tidak lupa untuk bersyukur dan ikhlas.

Terkait hal tadi, berikut ini ulasan singkat mengenai menakar risiko bagi pemula untuk memulai bisnis. Kali ini motivator marketing ternama Tung Desem Waringin mencoba memberikan poin-poin penting bagi anda yang ingin memulai bisnis.

tung-1luarBagaimana menimbang risiko dalam memulai bisnis?

Dalam memulai suatu Bisnis, yang paling menghambat seseorang bukan modal ataupun ilmu tetapi adalah rasa takut menghadapi risiko. Apabila kita mau memulai bisnis harus belajar yang namanya menimbang risiko, dimana kita dapat tahu dan menilai berapa besar resiko yang akan kita hadapi ketika memulai bisnis tersebut.

Sering kali seseorang ingin memulai bisnis, yang menghambat mereka bukan karena kurang ilmunya, pengetahuan, atau bahkan kurang modal, melainkan rasa takut. Rasa takut yang menghambat mereka untuk memulai bisnis, kalau kita mau mulai belajar bisnis alangkah baiknya kita mengenal satu yang namanya ‘risiko’.

Risiko dengan beresiko adalah berbeda, Perbedaan risiko dan berisiko adalah risiko ada 2 unsur, yaitu: pertama besar kecil kemungkinan terjadinya, yang kedua adalah besar kecil akibatnya, bisa itu positif atau negatif.

Sedangkan berisiko apabila kita sudah menimbang risikonya, yaitu besar kecil kemungkinan terjadinya besar kecil akibat negative dan positifnya. Ternyata risikonya tidak bisa kita terima, berarti bisnis tersebut beresiko.

Mari kita tes dengan angka, misalnya Anda mulai bisnis dengan kemungkinan berhasil 1:9. Maksudnya adalah Anda bisnis 10 kali berhasilnya cuma sekali, yang kesepuluh bangkrut. Kira-kira Anda mau atau tidak? Tentu saja Anda berbicara tidak mau, Kenapa tidak mau? Karena Anda merasa kemungkinan gagalnya jauh lebih besar dan Anda tidak mau terjadi hal seperti itu. Anda lupa menimbang apa yang perlu Anda timbang? Yaitu besar kecilnya akibatnya kalau terjadi.

Misalnya begini, kalau bisnis Anda gagal, Anda cuma bayar satu, tetapi kalau berhasil Anda dapat 50 kali. Mari sekarang kita hitung lagi, saya ulangi sekali lagi. Kalau Anda tidak berhasil efeknya paling buruk Anda bayarnya cuma satu.Tetapi sekali berhasil Anda dapat 50 risikonya, bisa Anda terima.

Mari kita hitung usaha Anda, 10 kali berhasilnya cuma 1. Berarti Anda gagalnya 9 kali dan Anda bayar satu, satu saja. Tetapi kalau Anda berhasil dapatnya 50 kira-kira mau tidak? Jawabannya sudah pasti Mau, berapa kali. Anda pasti mau sebanyak-banyaknya bisnis dengan kemungkinan berhasil 10 persen. Karena kalau sekali berhasil Anda dapat 50 kali lipat di banding kalau Anda gagal sekali. Sekarang ketika mulai bisnis kita akan selalu menimbang akan hal ini.

Kemungkinan berhasilnya berapa persen dan kemudian yang kedua adalah akibatnya apa? Kalau saya berhasil saya dapat apa? Tetapi kalau saya tidak berhasil saya bayar berapa. Berarti tergantung juga satu unsur lagi dari kondisi keuangan Anda.

Kalau kondisi keuangan Anda hari ini misalnya 20, Anda mainnya berapa? Misalnya Anda mainnya dua,dua,dua. Atau Anda mainnya satu,satu. Atau mainnya sepuluh, sepuluh dan Anda cuma main dua kali saja. Kalau kemungkinan berhasilnya 1:9 atau 10 persen, Anda cuma punya uang 20 Anda harus main dan mainnya satuan saja. Misalnya Rp 20.000.000 Anda mainnya Rp 1.000.000, Rp.1.000.000. Tetapi kalau Rp 100.000.000 Anda main Rp10.000.000 ,Rp10.000.000 .

Karena rasio keberhasilannya 1:9 main 10 kali 9 kali gagal dan 1 kali berhasil. Mungkin tidak ternyata luput Anda main Rp20.000.000 dan ikut Rp 1.000.000.Kalau sampai kalah 15 kali pun tidak masalah. Begitu ke 16 kali menang dan dapat Rp50.000.000 baru seru. Dengan demikian ketika memulai bisnis Anda mulai tanya, resikonya apa.

Resiko yang paling buruk, misalnya resiko paling buruk saya kehilangan sejumlah uang sekian. Saya sudah rela, kemudian kemungkinan berhasilnya 50:50. Dan kalau saya berhasil dapatnya ‘Lima kali lipat’.Yang paling penting saya bisa main 3 kali sampai 4 kali. Sekali menang saya dapat 5 kali lipat.

Dengan memanage risiko seperti ini kita gali pertanyaan lagi. Misalnya, ketika mau mulai bisnis, akibatnya kalau saya bisnis ini saya kehilangan Rp100.000.000 , dan Rp100.000.000 masih bisa saya terima. Tetapi lebih baik Anda tanya lagi supaya kalau Rp 1.000.000 kemungkinan risikonya jauh lebih kecil. Ini bisa tidak pakai istilah bagi hasil. Tidak harus keluar modal terlebih dahulu, modalnya bisa dari orang lain terlebih dahulu atau dari supplier Anda.

Sehingga Anda tidak pakai modal dan kemungkinan Anda ruginya jauh lebih nol lagi karena sudah tanpa modal sama sekali. Kemudian Anda bisa ‘Konsinyasi’ terlebih dahulu, akibatnya kalau Anda tidak laku Anda bisa kembalikan saja.

Pertanyaan kedua supaya kemungkinan berhasilnya jauh lebih besar setelah Anda mulai menimbang risiko Anda jangan lupa tanya kedua hal ini. Karena supaya akibatnya jauh lebih kecil, bisa tidak konsinyasi dulu atau bisa tidak ada garansinya.Supaya kemungkinan untung jauh lebih besar, saya harus belajar dengan siapa. Ketika Anda menimbang seperti ini, hidup Anda akan jauh lebih berani dalam mengambil risiko. Karena resiko selalu ada dan bisa terjadi dimana-mana.

Misalnya, Bisa jadi rumah Anda di tabrak pesawat terbang dan Anda mati, mungkin tidak? Itu mungkin sekali dan pertanyaannya itu risiko dan ini kemungkinannya kecil.

Atau bisa juga saat ini jika Anda nonton ramai-ramai bersama saudara Anda mungkin tidak kemungkinannya dapat terjadi, atau risiko ini terjadi tetapi akibatnya kecil. Misalnya orang yang seruangan Anda kentut, pasti kan ada efeknya. Ya efeknya itu bau, kemungkinan terjadinya besar dan itu bisa kita abaikan. Sesuatu hal yang kita timbang ini kita tidak mampu menerimanya berarti resiko.

Anda mulai usaha dengan modal Rp 10 Miliar, duit Anda cuma Rp 2 Miliar. Yang Rp 8 Miliar Anda utang dengan cara Anda gadaikan rumah dan sebagainya, bahkan Anda hutang kepada mafia dan mafianya kejam sekali. “Awas ya saya tahu anak mu sekolah dimana kalau ada apa-apa nanti saya incar anakmu”. Kemudian Anda kerja sama dengan orang yang baru Anda kenal, dan orang tadi baru 2 bulan keluar dari penjara.

Bagi Anda bisnisnya berisiko tidak, tetapi dengan kondisi yang sama dan dengan kepemilikan hartanya lebih banyak. Misalnya Bill Gates modalnya Rp 10 Miliar kemungkinan berhasilnya hampir nol karena partnernya habis keluar dari penjara dan dia bergelut di dunia yang baru. Bagi Bill Gates itu berisiko atau tidak berisiko. Saya simpulkan kalau Anda mau bisnis atau investasi pertimbangkan risiko atau berisiko.

Kalau risikonya ada dan Anda terima kemungkinan berhasil dan bisa Anda terima. Kalau Anda kena resiko lebih kecil maka akibatnya kecil. Dan juga siapa yang bisa bantu saya saya harus joint sama siapa dan sudah Anda timbang semua ternyata masih bisa terima risiko dengan misi kekayaan Anda.

Apalagi kemungkinan kalau menang dapatnya banyak.’Why not’. Makanya saya Tung Desem Waringin saya sering buka dan tutup perusahaan karena sudah menimbang risiko, kalau tidak jadi tutup dan kalau jadi meledak lebih besar.

Semoga bermanfaat saya Tung Desem Waringin mengucapkan salam Dahsyat.

Sumber :http://finance.detik.com/read/2012/05/22/112437/1921554/480/bagaimana-menimbang-risiko-dalam-memulai-bisnis?

Cara Meningkatkan Percaya Diri dengan Cepat

ImproveSelfEsteem_thumbMengetahui cara percaya diri di depan umum itu sangat penting, baik Anda yang akan berbicara di depan umum atau dalam pergaulan sehari-hari. Tampil percaya diri di depan umum bukan sekedar Anda bisa nyaman, namun lebih penting dari itu, Anda akan membuka banyak peluang, baik karir atau pun bisnis.

Banyak cara yang bisa anda lakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri anda dalam jangka panjang, namun terkadang kita juga memerlukan langkah-langkah meningkatkan rasa percaya diri dalam waktu singkat.

Jadi dibawah ini saya mencoba mensharingkan kepada anda beberapa tips yang dapat meningkatkan rasa percaya diri anda dengan cepat dalam hitungan detik

  1. Tersenyum

Saat merasa minder atau kurang percaya diri, keluarkan senyum manis anda! Tersenyum lebih dari sekedar menunjukkan ekspresi pada wajah anda. Tersenyum melepaskan hormon endorphin yang membuat anda merasa lebih baik, meningkatkan sirkulasi darah di wajah anda, membuat anda merasa nyaman dengan diri anda sendiri dan tentunya dapat meningkatkan rasa percaya diri anda. Anda juga akan tampak lebih percaya diri di hadapan orang lain ketika anda tersenyum.Menarik sudut bibir ke arah samping tentu bukan hal yang susah dilakukan apalagi senyuman menandakan jika anda sedang berpikir positif.

  1. Lakukan kontak mata

Setelah tersenyum pada lawan bicara, tatap mata orang tersebut dan rasa percaya diri anda akan meningkat dalam sekejap. Menatap sepatu anda atau meja mendorong perasaan anda menjadi ragu-ragu dan malu, tidak memiliki rasa percaya diri pada lawan bicara. Kontak mata bukan berarti melotot, lakukan pandangan mata yang normal dan wajar.

 

  1. Berpikir positif

Kendalikan diri Anda dan berpikirlah positif serta katakan dalam diri Anda jika semuanya pasti bisa dilalui dengan baik, bahkan badai sekalipun. Jadi buanglah rasa takut dan suara-suara negatif yang mungkin ada dalam diri Anda kemudian gantikan dengan kalimat yang positif seperti, “ini sangat mudah”, “saya pasti bisa” dan sebagainya kemudian gantikan rasa takut tadi dengan rasa percaya diri.

 

  1. Jadi diri Anda sendiri “be yourself”

Untuk menjadi hebat, Anda tak perlu menjadi orang lain yang bukan diri Anda sendiri. Orang lain memiliki nilai yang berbeda dengan anda, dan sekeras apa pun anda mencoba, anda tidak pernah bisa memuaskan semua orang setiap saat. Jadilah diri sendiri yang tampil apa adanya, tanpa dibuat-buat atau berpura-pura namun tetap terkonsep dengan baik.

 

  1. Tampil rapi

Sebelum Anda tampil di depan umum, cobalah untuk menyempatkan waktu pergi ke toilet untuk memastikan diri Anda tampil lebih fresh dan rapi. Rapikan setelan baju Anda, rambut, sepatu dan lain sebagainya. Penampilan yang rapi terbukti mampu membangkitkan rasa percaya diri dengan cepat.

 

  1. Jangan lupa berdoa

Meminta bantuan pada Tuhan agar diberi ketenangan hati dan pikiran bisa dilakukan dalam hati. Anda juga dapat melakukan meditasi singkat untuk menghilangkan rasa grogiatau minder.

  1. Reka Ulang

Jika sesuatu terjadi diluar dugaan anda, hal ini cukup mudah menggoyahkan rasa percaya diri anda. Mungkin anda menumpahkan minuman anda, terlambat hadir di sebuah pertemuan penting karena macet, atau seseorang yang ingin anda ajak bicara memberikan tanggapan dingin. Cobalah untuk “mereka ulang” situasi tersebut dan tempatkan pada situasi yang lebih positif. Seringkali suatu kejadian menjadi negatif karena persepsi kita sendiri.

  1. Tentukan Langkah Anda Selanjutnya

Jika anda tidak yakin dengan apa yang harus anda lakukan, temukan satu langkah sederhana yang bisa membantu anda untuk terus maju. Hal ini mungkin saja bisa dilakukan dengan melakukan kontak mata pada sebuah pesta, memperkenalkan diri anda pada orang asing, memecahkan kebekuan dalam sebuah rapat, atau menanyakan orang yang mewawancarai anda untuk menunjukkan pengetahuan anda terhadap industri dan perusahaan mereka.

Mulailah bertindak meskipun anda tidak memiliki gambaran yang jelas mengenai apa yang seharusnya anda lakukan. Bergeraklah menuju sasaran anda. Koreksi diri anda di lain kesempatan.

  1. Berbicara perlahan

Sebuah tips mudah untuk menjadi lebih percaya diri adalah berbicara secara perlahan. Berbicara perlahan memberi kesempatan untuk berpikir tentang apa yang akan anda katakan selanjutnya. Jeda di akhir kalimat akan membantu lawan bicara memahami apa yang anda katakan.

  1. Ikut Ambil Bagian

Pernahkah anda duduk seharian di dalam kelas atau di sebuah rapat tanpa mengucapkan satu patah kata pun? Pernahkah anda pergi bersama teman-teman anda di malam hari dimana teman-teman anda berbincang dengan gembira sementara anda hanya duduk dan menatap minuman anda? Kemungkinan yang terjadi adalah anda merasa tidak terlalu percaya diri pada saat itu – dan mungkin saja anda akan merasa lebih tidak enak sesudah malam tersebut. Apapun situasi anda, berusahalah untuk ikut ambil bagian. Meskipun anda merasa tidak banyak yang bisa anda katakan, pikiran dan perspektif anda sangat berharga bagi orang-orang di sekitar anda.

 

Satu cara paling ampuh untuk meningkatkan percaya diri di depan umum adalah memahami bahwa situasi tersebut tidak dapat dihindari. Artinya harus anda lakukan saat itu juga. Meskipun terdapat unsur ‘pemaksaan’ pada diri sendiri namun, cara ini terbukti ampuh bagi saya dalam meningkatkan rasa percaya diri dalam sekejap.

Rasa-Percaya-Diri

Dari berbagai sumber.

10 Cara untuk Sulit Habiskan Uang

 

 

Sumber: Antara
Sumber: Antara

Menghabiskan uang begitu saja memang kebiasaan buruk. Apalagi proses untuk mendapatkannya begitu sulit tetapi untuk menghabiskannya seperti uap.
Mau tahu cara mengendalikannya?

Berikut cara untuk menjaga pengeluaran menjadi lebih terkendali.

1. Ambil Program Keuangan Pribadi

Sebenarnya ada banyak program keuangan pribadi tersedia secara gratis di online. Program keuangan pribadi ini akan membantu untuk lebih mengenal dampak jangka panjang dan pendek pengeluaran uang.

Selain itu, program keuangan ini dapat membuat Anda menjadi lebih sadar mengetahui tabungan pensiun, investasi dan hal lain yang diperhitungkan dalam anggaran.

2. Meluangkan Waktu untuk Pertimbangkan Peroleh Uang

Bahkan jika Anda bukan tipe hemat, pertimbangkan berapa lama waktu diperlukan untuk mendapatkan dana membeli perhiasan. Dengan pertimbangan itu, Anda bisa jauh lebih bijaksana untuk menghabiskan uang. Anda bisa mengetahui berapa waktu diperlukan untuk membayar sesuatu.

3. Pertimbangkan Dana Pensiun

Anda dapat menghitung berapa banyak yang diperlukan untuk pensiun. Dana pensiun ini dapat menjadi pengingat serius untuk pentingnya menabung. Hal ini juga dapat membuat Anda menghindari pengeluaran yang tidak perlu sehingga dapat lebih berkontribusi untuj tabungan jangka panjang.

4. Menulis Pengeluaran

Anda memiliki anggaran untuk membiayai kehidupan sehingga daftar biaya pengeluaran juga penting. Dengan mengetahui biaya kehidupan maka Anda dapat membenci gagasan untuk menghabiskan uang di tempat lain.

5. Membawa Dana Tunai

Menyiapkan dana tunai lebih baik sekadar menggesekkan kartu kredit dan debit. Sisihkan dana tunai dapat membayar hal sehari-hari. Dengan tidak membawa kartu kredit dan debit dapat menghindari belanja tak perlu.

6. Memiliki Tujuan Menabung

Terlalu sering menghabiskan uang secara mendadak dan hal yang tidak benar-benar diinginkan dapat membuat pengeluaran membengkak. Sebab itu rencana menabung untuk sesuatu yang benar-benar diinginkan dapat membuat Anda lebih fokus. Misalkan Anda menabung untuk liburan, membeli komputer baru dan mobil.

7. Mencari Pengeluaran Tak Penting

Bila Anda menulis dan menghitung pengeluaran sehingga dapat mengetahui tren kemana saja uang itu dihabiskan. Misalkan Anda lebih sering menghabiskan uang makan di luar rumah, dan ini menjadi salah satu pengeluaran terbesar.

Anda dapat menyelamatkan pengeluaran Anda dengan membawa bekal dari rumah. Sehingga mengetahui tren pengeluaran itu dapat menjadi motivasi untuk mengendalikan pengeluaran.

8. Merencanakan Biaya Tak Terduga

Sebaiknya sisihkan penghasilan untuk biaya tak terduga seperti tagihan medis, biaya mobil dan lainnya.

9. Mengetahui Nilai Uang Anda

Setiap individu harus memahami betapa berharganya uang dan bagaimana sulit untuk mendapatkannya. Dengan pemahaman ini maka dapat lebih mengetahui lebih mudah untuk menghindari pengeluaran berlebih daripada mereka yang tidak. Uang dihargai dengan tidak menyia-yiakan berlebihan dan mungkin membenci untuk menghabiskannya.

10. Berencana Bayar Diri Sendiri

Ide membayar diri sendiri ini berasal dari uang yang belum dibelanjakan. Sehingga Anda tidak menghabiskan apapun, dan hanya menyimpang uang tersebut.

Benci adalah kata kuat untuk memgharapkan membenci menghabiskan uang. Dengan hasrat kuat membenci mengeluarkan uang terhadap hal yang tak perlu maka bisa jadi pengeluaran dapat menjadi lebih baik dan benar.

Sumber: http://bisnis.liputan6.com/read/2114390/10-cara-untuk-sulit-habiskan-uang